KSP Pamardi Utomo
Lembaga Keuangan mikro yang Mandiri, Tangguh, Sehat, Aman dan Terpercaya
Melayani simpanan dan pinjaman kepada rakyat demi kesejahteraan bersama

 
Berita
Kontak Kami

Koperasi Simpan Pinjam Pamardi Utomo

alamat Jl. Soekarno Hatta No.102 Semarang, Jawa Tengah
telp 024-76725787
fax 024-76725728
email heribudiae@gmail.com
ym ksppamardiutomo
Pengunjung

Berita Koperasi

LPj Koperasi Masih Lemah di Keuangan
Tanggal Posting : Selasa, 18 Maret 2014
Pengirim : Admin - Dibaca : 1278 Kali

SOLO - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan dan bimbingan teknis "Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pengurus dan Pengawas Koperasi" di Gedung Wanita, Rabu (19/2). Bimbingan terutama difokuskan pada penyusunan laporan keuangan dalam LPj.

Staf Pengawas Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Tri Handaya mengatakan, sebagian koperasi belum bisa menyampaikan LPj secara benar. Terutama pada bagian laporan keuangan secara baik dan benar dari pengurus. Sebagian koperasi belum menerapkan standar akutansi keuangan (SAK) 2009. Karena itu, pengawas yang wewenangnya dipegang oleh dinas, tidak melakukan pengawasan.

"Kami tidak akan bisa melakukan pengawasan. Ada empat kategori koperasi setelah dilakukan pengawasan. Yakni sehat, kurang sehat, tidak sehat  dan tidak bisa dinilai. Laporan keuangan yang tidak bisa dinilai membuat masyarakat tidak bisa mengetahui tingkat kesehatannya," ucap dia di sela acara.

Pada kesempatan itu, hadir sejumlah pembicara lain. Antara lain, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta, Triyana, perwakilan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Wonogiri, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Wonogiri dan dari Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Boyolali.

Tri Handaya menambahkan, di Jawa Tengah ada sekitar 27.000 koperasi yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Ribuan koperasi ini masih dibagi sesuai dengan tingkatannya, yakni koperasi tingkat kabupaten/kota, provinsi, serta nasional. Pengawasan koperasi diserahkan ke masing-masing pemerintah daerah. "Di tingkat provinsi, ada sebanyak 511 koperasi yang berada di bawah pengawasan kami," imbuh dia.

Dengan pelatihan dan bimbingan teknis ini, dia berharap koperasi bisa memperbaiki kualitas LPj yang disampaikan. Sebab dari laporan inilah masyarakat bisa mengetahui bagaimana kondisi kesehatan koperasi yang bersangkutan.

Sumber : Suara Merdeka


Berita lainnya